Kondisi ini tentu menjadi alarm bagi semua pihak. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah tidak boleh tinggal diam. Pengawasan, pendidikan karakter, serta penyediaan ruang-ruang kreatif bagi generasi muda perlu diperkuat agar mereka memiliki wadah untuk menyalurkan energi dan potensinya ke arah yang positif. Namun, pada akhirnya keputusan terbesar tetap berada di tangan para remaja itu sendiri.
Remaja harus memahami bahwa menjadi keren bukan berarti mengikuti semua tren yang ada. Menjadi keren adalah ketika seseorang mampu menjaga dirinya dari pengaruh buruk, menghormati orang tua, memiliki tujuan hidup yang jelas, dan berjuang untuk meraih cita-cita. Masa muda adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Karena itu, jangan biarkan minuman keras mencuri masa depan yang telah dipersiapkan dengan penuh harapan.
Generasi muda adalah aset bangsa. Jika hari ini mereka memilih untuk menjauhi minuman keras dan fokus pada pengembangan diri, maka esok mereka akan menjadi pemimpin, penggerak, dan kebanggaan bagi keluarga serta masyarakat. Pertanyaannya sekarang, apakah generasi muda akan memilih mengejar mimpi mereka, atau justru membiarkan minuman keras merenggut masa depan yang seharusnya mereka raih?
