Humas Undana Jadi Sorotan di Rakor Nasional Kemdiktisaintek 2026, Paparkan Strategi Branding Kampus Berdampak

FHC, Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kapasitas komunikasi publik dan tata kelola kehumasan sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan sekitar 350 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 17 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) se-Indonesia. Rakor dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, yang menekankan pentingnya penguatan fungsi kehumasan dan keprotokolan dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional.

Undana mengirimkan delegasi resmi yang dipimpin Sub Koordinator Humas, Ollien Manggol, SKM., MPA., CRA., bersama Tim Kelompok Kerja Tata Usaha dan Protokoler. Kehadiran delegasi ini menjadi bagian dari upaya universitas untuk menyerap berbagai praktik terbaik pengelolaan komunikasi publik, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, fungsi humas perguruan tinggi mengalami perubahan yang sangat signifikan. Humas tidak lagi sekadar menjadi unit penyebaran informasi, tetapi berkembang menjadi instrumen strategis dalam membangun reputasi institusi, mengelola komunikasi krisis, memperkuat kepercayaan publik, serta menjembatani hubungan antara kampus dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Fauzan menegaskan bahwa humas dan protokol merupakan etalase terdepan yang mencerminkan wajah sebuah institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, profesionalisme, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik di tengah arus digitalisasi yang semakin kompleks.

Menurutnya, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyebaran informasi, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat.

“Pengejawantahan misi Diktisaintek yang berdampak nyata salah satunya adalah dengan mengedepankan sikap memanusiakan manusia dan tidak mudah tersulut amarah dalam memberikan pelayanan kepada publik. Nilai kemanusiaan dalam bakti sehari-hari tidak boleh digerus oleh kemajuan teknologi dan derasnya arus digitalisasi,” tegas Prof. Fauzan.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh insan kehumasan perguruan tinggi, termasuk Undana, yang saat ini terus berupaya memperkuat kualitas pelayanan informasi publik secara profesional dan berintegritas.

Selain itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, yang hadir secara daring, menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi humas dalam menghadapi dinamika komunikasi digital. Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut institusi pendidikan tinggi untuk bergerak cepat, responsif, dan berbasis data agar kebijakan maupun program pemerintah dapat dipahami masyarakat secara tepat.

Sebagai tuan rumah, Plh. Rektor Universitas Indonesia, Ahmad Gamal, menambahkan bahwa kualitas komunikasi dan pelayanan protokoler memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik terhadap suatu lembaga. Dalam situasi normal maupun saat menghadapi krisis, kemampuan mengelola komunikasi menjadi faktor penentu keberhasilan institusi menjaga kepercayaan masyarakat.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas peserta, rakor menghadirkan berbagai sesi diskusi yang membahas strategi diseminasi hasil riset, pengelolaan komunikasi krisis secara empatik, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), hingga penguatan branding perguruan tinggi di era digital.

Bagi Undana, materi-materi tersebut memiliki relevansi yang sangat tinggi. Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Nusa Tenggara Timur dan salah satu PTN rujukan di kawasan Indonesia Timur, Undana memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan berbagai hasil riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat dapat diketahui dan dimanfaatkan secara luas.

Dalam sesi diskusi, Sub Koordinator Humas Undana, Ollien Manggol, turut membagikan pengalaman dan praktik baik yang selama ini diterapkan dalam pengelolaan komunikasi publik kampus. Ia menekankan bahwa peran humas modern harus mampu melampaui fungsi publikasi konvensional dan berkembang menjadi problem solver atau pemecah masalah bagi berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi saat ini tidak hanya diukur dari kualitas akademik semata, tetapi juga dari kemampuan menyampaikan dampak nyata pendidikan tinggi kepada masyarakat melalui strategi komunikasi yang efektif.

“Capaian pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat perlu dikomunikasikan secara lebih kuat dan strategis. Insan humas harus mampu merespons berbagai isu secara cepat, tepat, empatik, dan berbasis data untuk menjaga kredibilitas institusi di tengah derasnya arus informasi,” ujar Ollien.

Partisipasi aktif Undana dalam forum nasional ini menjadi bagian dari strategi universitas untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik sekaligus memperkuat reputasi institusi di tingkat nasional.

Ke depan, hasil-hasil yang diperoleh dari Rakor Humas dan Protokol 2026 akan menjadi referensi penting dalam pengembangan sistem komunikasi publik Undana yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Selain itu, penguatan kapasitas SDM kehumasan juga diharapkan mampu mendukung visi universitas dalam menghasilkan pendidikan tinggi yang berdampak dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui sinergi yang dibangun bersama Kemdiktisaintek dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Undana optimistis dapat terus menghadirkan komunikasi publik yang informatif, inklusif, dan mampu menjembatani berbagai capaian akademik menjadi narasi pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.