Kesiapan Evakuasi dan Perlindungan Sipil
Dalam komitmennya terhadap kemanusiaan, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia siap mengevakuasi korban luka-luka, anak-anak yatim piatu, dan warga sipil Palestina yang terdampak konflik, apabila diminta dan diizinkan oleh otoritas Palestina maupun lembaga internasional terkait.
“Kami siap mengevakuasi mereka yang luka-luka, anak-anak yang trauma, siapa pun yang direkomendasikan oleh pemerintah Palestina untuk dibawa sementara ke Indonesia,” katanya.
Namun, Presiden menekankan bahwa keberadaan para korban di Indonesia hanya bersifat sementara. Ketika kondisi di Gaza membaik, mereka akan dikembalikan ke tanah asal untuk membangun kembali kehidupan mereka.
“Begitu mereka pulih dan situasi memungkinkan, mereka akan kembali. Ini soal kemanusiaan dan hak mereka untuk hidup di tanah sendiri,” tegasnya.
Diplomasi Indonesia Makin Diperhitungkan
Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengamat dalam konflik global, melainkan ingin mengambil peran nyata dalam membentuk diplomasi damai dan keamanan kawasan.
Dalam rangka memperkuat diplomasi tersebut, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan ke lima negara: Uni Emirat Arab, Turkiye, Mesir, Qatar, dan Yordania, untuk berdialog langsung dengan para pemimpin regional serta membahas langkah-langkah konkret bagi perdamaian dan stabilitas Timur Tengah.
