Pada Mei 2026, inflasi inti tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,23 persen. Meskipun demikian, secara tahunan inflasi inti meningkat menjadi 2,59 persen dari sebelumnya 2,44 persen.

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak goreng yang masih menjadi salah satu komoditas konsumsi utama masyarakat. Namun demikian, ekspektasi inflasi masyarakat dan pelaku usaha dinilai tetap terjaga dengan baik sehingga tidak memicu tekanan harga yang berlebihan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan domestik masih tumbuh secara sehat tanpa menciptakan risiko overheating ekonomi. Stabilitas inflasi inti juga menjadi indikator bahwa kebijakan moneter Bank Indonesia masih berada pada jalur yang tepat dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan momentum pertumbuhan ekonomi.

Harga Pangan Mengalami Tekanan Musiman

Di sisi lain, kelompok *volatile food* atau komponen pangan bergejolak kembali mengalami kenaikan setelah sebelumnya mencatat deflasi pada April 2026.