FaktahukumNTT.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi menetapkan 12 sekolah unggulan dari berbagai penjuru nusantara sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mencetak generasi emas yang siap bersaing di tingkat global, terutama dalam bidang sains dan teknologi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti), Stella Christie, mengumumkan peluncuran program ini pada Sabtu (17/5/2025) di Jakarta. Sekolah Garuda ditujukan untuk memberikan bimbingan akademik dan manajerial intensif kepada siswa, guru, hingga pengelola sekolah, agar mampu mencetak lulusan yang siap masuk ke universitas-universitas top dunia.

“Program ini lahir dari visi untuk memberikan akses pendidikan terbaik kepada anak-anak di seluruh penjuru negeri. Tidak hanya di kota besar, tapi juga dari daerah terpencil hingga wilayah perbatasan,” ujar Stella dalam konferensi pers.

Berikut Daftar 12 Sekolah Garuda Transformasi:

1. SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh

2. SMA Unggul DEL, Medan

3. MAN Insan Cendekia, Ogan Komering Ilir

4. SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin, Jakarta

5. SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat

6. SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah

7. SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah

8. SMA Negeri Banua, Kalimantan Selatan

9. SMA Negeri Siwalima, Ambon, Maluku

10. SMA Averos, Papua Barat Daya

11. SMA Negeri 10, Samarinda

12. MAN Insan Cendekia, Gorontalo

Bukan Sekadar Label, Tapi Transformasi Nyata

Stella menegaskan bahwa penetapan ini bukan sebatas label, melainkan disertai pendampingan konkret, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, hingga penyusunan roadmap pendidikan berstandar internasional.

Bimbingan intensif untuk siswa kelas 12 akan dimulai pada Agustus 2025, dengan fokus pada persiapan seleksi masuk ke universitas-universitas terkemuka dunia seperti Harvard, Oxford, NUS, hingga Tokyo University.

Akses Merata, Inklusi Nyata

Program Sekolah Garuda juga menekankan inklusi. Empat sekolah baru akan dibangun di wilayah dengan akses pendidikan terbatas, yakni di Soe (NTT), Bangka Belitung, dan Nabire (Papua Tengah), dengan sistem asrama dan seleksi siswa dari seluruh Indonesia.

“Anak dari Aceh bisa belajar di Papua. Anak dari Jawa bisa tinggal di NTT. Ini bukan hanya soal akademik, tapi juga soal kebhinekaan dan karakter,” tambah Stella.

Program Sekolah Garuda adalah cermin visi besar bangsa: menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, berprestasi, dan berdampak global. Dengan semangat inklusif dan transformasi menyeluruh, 12 sekolah ini diharapkan menjadi pionir perubahan arah masa depan Indonesia.