Iran ‘Jual Mahal’ ke AS: Tolak Negosiasi Selama Blokade Belum Dicabut

FHC, Pemerintah Iran menegaskan belum akan kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS) selama blokade terhadap wilayahnya, khususnya di Selat Hormuz, belum dicabut.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa tindakan blokade serta ancaman militer dari AS menjadi penghalang utama bagi terciptanya dialog yang tulus antara kedua negara. Ia menegaskan Iran tetap terbuka untuk diplomasi, namun menolak bernegosiasi di bawah tekanan.

“Iran selalu membuka diri untuk dialog, tetapi pengepungan dan ancaman merupakan hambatan utama bagi negosiasi yang jujur,” ujar Pezeshkian dalam pernyataannya.

Ketegangan meningkat setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menyusul gagalnya perundingan damai sebelumnya. Langkah tersebut diambil di tengah konflik kawasan yang melibatkan Iran, AS, dan sekutunya sejak akhir Februari 2026.

Situasi ini turut berdampak pada jalur strategis Selat Hormuz—salah satu rute utama distribusi minyak dunia yang sempat mengalami gangguan serius. Eskalasi konflik bahkan memicu lonjakan harga energi global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi internasional.