Kedua, membangun komitmen bersama untuk memperkuat persekutuan dalam organisasi. Baginya, organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, melainkan oleh rasa memiliki dari setiap anggotanya.

Ketiga, meningkatkan posisi tawar organisasi di tingkat nasional. Jony menilai PERPAMSI NTT harus memiliki suara yang lebih kuat dalam menyampaikan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi perusahaan air minum di wilayah kepulauan seperti NTT.

Keempat, memperkuat komunikasi, sosialisasi, dan konsolidasi secara berkelanjutan kepada seluruh anggota.

Meski membawa berbagai agenda besar, Jony memilih memulai masa kepemimpinannya dengan nada rendah hati. Ia mengakui bahwa pengurus yang baru dilantik bukanlah kelompok yang sempurna.

“Ibarat kata, tiada gading yang tak retak. Demikian juga nanti kami di pengurus. Kami juga tidak mengejar kesempurnaan, tetapi kami akan berusaha untuk memberikan pelayanan yang baik dan benar,” ungkapnya.

Kalimat itu seolah menjadi penegasan bahwa kepemimpinan bukan tentang tampil tanpa cela, melainkan tentang kesediaan untuk terus belajar dan melayani.