“Saya tidak peduli demokrasi kalau itu hanya jadi ajang pamer. Bantuan bukan untuk diposting di media sosial, tapi untuk menumbuhkan ekonomi rakyat,” lanjutnya.

Kegiatan tanam bersama ini menandai awal musim tanam kedua tahun ini di Kabupaten Kupang, dengan target swasembada pangan melalui perluasan lahan produksi padi dan jagung. Dalam acara tersebut, benih padi, jagung, dan mesin pompa air dibagikan langsung kepada kelompok tani.

Yosef juga menjelaskan bahwa Kabupaten Kupang mendapatkan alokasi khusus APBN sebanyak 24 program pertanian, sebuah pencapaian yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia saat ini. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung irigasi, alat pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

“Kupang satu-satunya daerah yang dapat 24 paket APBN. Ini bukan hadiah, tapi kepercayaan. Kalau gagal, kita yang rugi,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Sam Herodian dari Kementerian Pertanian menyampaikan apresiasi atas semangat dan keterlibatan langsung kepala daerah dalam pembangunan sektor pertanian.