FK, Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Matamira Bangngu Kale, menyampaikan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren penurunan.

“Berdasarkan data terbaru, Gini Ratio pada September 2024 tercatat sebesar 0,3155, mengalami penurunan 0,0007 poin dibandingkan dengan Maret 2024 (0,3162) dan turun 0,0095 poin dibandingkan dengan Maret 2023 (0,3250)”, tulis Matamira dalam press rilis yang diterima media ini, Senin (03/2/25)

Meski secara keseluruhan terjadi perbaikan, tren Gini Ratio di perkotaan dan perdesaan menunjukkan dinamika yang berbeda. Di daerah perkotaan, Gini Ratio pada September 2024 tercatat 0,282, naik dibanding Maret 2024 (0,281), namun lebih rendah dibandingkan Maret 2023 (0,299).

Sementara itu, di daerah perdesaan, Gini Ratio September 2024 berada di angka 0,306, naik tipis dibanding Maret 2024 (0,305) tetapi tetap lebih rendah dibanding Maret 2023 (0,307).

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah mencapai 20,79 persen, yang berarti tingkat ketimpangan pengeluaran di NTT berada dalam kategori rendah.