Ende, FHNC – Kehadiran Ketua Umum Bhayangkari Republik Indonesia, Ny. Juliati Sigit Prabowo, di Kabupaten Ende pada Rabu (1/10/2025) bukan sekadar seremoni. Kunjungan yang dipusatkan di Lapangan Pancasila Ende dan dilanjutkan di dua kabupaten lain Sikka dan Ngada menjadi rangkaian aksi kemanusiaan terpadu: bakti sosial, bakti kesehatan, dan bakti religi yang menyentuh lapisan masyarakat paling rentan di pelosok NTT.
Dalam keterangannya di lokasi, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai pilot project dan suri tauladan bagi organisasi lain untuk bersama-sama menjangkau wilayah terluar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Aksi ini sejalan dengan tagline “Polri Untuk Masyarakat” yang menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu wujud pengabdian.
Rangkaian bantuan yang dibawa Bhayangkari mencakup penyaluran 5.000 paket sembako secara keseluruhan: 2.000 paket untuk Kabupaten Ende, 1.500 paket untuk Kabupaten Sikka, dan 1.500 paket untuk Kabupaten Ngada. Selain itu, ada bantuan perlengkapan sekolah, paket intervensi untuk anak penderita stunting, kursi roda, 500 kaca baca untuk lansia, serta layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Bentuk bantuan yang variatif ini menunjukkan pendekatan holistik — bukan hanya menutup kebutuhan dasar jangka pendek, tetapi juga menanggapi isu kesehatan, pendidikan, dan akses ibadah.
Suasana di Lapangan Pancasila Ende menggambarkan antusiasme warga. Sejak pagi, tenda-tenda penampungan dibuka dan ribuan warga mengantri untuk mendapatkan bantuan dan layanan kesehatan gratis. Taamir Masjid Arabitha Kota Raja Muhamad Mbupu dan Pastor Kuasi St. Donatus Boanawa, RM. Paulus Sabu, sama-sama mengucapkan terima kasih atas perhatian yang mengalir ke rumah ibadah dan umat. Ucapan terima kasih ini bukan hanya simbol formalitas — melainkan cerminan harapan masyarakat bahwa akses terhadap layanan dasar dapat terus diperluas.
Lebih dari simbol, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media edukasi dan deteksi dini masalah kesehatan masyarakat. Tim medis Bhayangkari melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan dasar, sementara paket intervensi stunting diarahkan untuk anak-anak yang memerlukan pemantauan gizi jangka panjang. Penyaluran kaca baca untuk lansia menandai perhatian terhadap kualitas hidup kelompok rentan yang sering terlupakan dalam program-program besar. Pendekatan terpadu ini meningkatkan peluang intervensi yang lebih berkelanjutan ketika diikuti oleh program lanjutan dari pemerintah daerah dan mitra lokal.
Namun tantangan tetap nyata. Logistik distribusi ke daerah terpencil, kebutuhan pemantauan pasca-bantuan, serta perlunya kolaborasi lintas sektor menjadi beberapa poin yang perlu diatasi agar dampak jangka panjang tercapai.
Kabidhumas Polda NTT berharap kegiatan Bhayangkari ini menjadi pemicu bagi organisasi lain, pemerintah daerah, serta komunitas lokal untuk menyusun program berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan di NTT.
Akhirnya, kehadiran Ny. Juliati Sigit Prabowo di NTT bukan hanya soal penyerahan bantuan — melainkan deklarasi komitmen: Bhayangkari hadir tanpa batas untuk membawa harapan dan solusi nyata. Bila diikuti langkah-langkah sinergis antara masyarakat, Polri, lembaga sosial, dan pemerintah daerah, upaya kecil hari ini dapat berkembang menjadi perubahan besar bagi daerah yang selama ini sering berada di pinggiran perhatian nasional.
