“Di galon itu tidak tercantum masa pakainya, justru yang tertera hanya kode produksi. Inilah yang saya katakan sebagai kekosongan regulasi masa pakai,” ujarnya.
KKI bahkan menemukan galon dengan usia mencapai 11 tahun yang masih beredar di masyarakat. Di sejumlah wilayah sekitar Jakarta, banyak galon disebut telah digunakan lebih dari lima tahun.
Kondisi Fisik Galon Memprihatinkan
Selain usia pemakaian, kondisi fisik galon juga menjadi sorotan.
Sebanyak 30 persen laporan menyebut galon dalam kondisi kotor atau berlumut, sementara 18 persen lainnya mengalami retak dan goresan.
“Semakin tua usia galon semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak mendominasi laporan konsumen,” kata David.
Risiko BPA terhadap Kesehatan
Galon guna ulang berbahan polikarbonat diketahui mengandung Bisfenol A atau BPA, zat kimia yang dapat luruh ke dalam air dalam kondisi tertentu.
Menurut David, paparan sinar matahari, usia pakai yang terlalu lama, hingga proses pencucian kasar dapat mempercepat pelepasan zat tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
