Dia memperingatkan bahwa aktifis muda sering kali terjebak dalam dukungan yang tidak berdasarkan visi ideal, melainkan pada kepentingan jangka pendek.

Idealisme yang Memudar

Dalam pandangannya, banyak aktivis muda yang lebih memilih untuk mendukung kandidat berdasarkan hubungan personal atau organisasi, bukan berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Banyak yang mengklaim sebagai pejuang rakyat, tetapi sebenarnya mereka tidak mengakar di bawah. Mereka lebih fokus pada apa yang diperintahkan senior mereka,” jelas Amir.

Fenomena ini mengisyaratkan bahwa idealisme yang seharusnya menjadi landasan pergerakan aktivis muda mulai tergeser oleh kepentingan pragmatis.

Amir mengutip pendapat Tan Malaka bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh para pemuda. Jika idealisme hilang, maka apa yang bisa dibanggakan oleh generasi muda?

Kemandirian Finansial dan Kritisitas

Amir juga menyoroti kurangnya kemandirian finansial di kalangan aktivis muda. Keterbatasan ini membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh luar, yang dapat mengurangi kritisitas dalam bersikap.