“Orang tua sudah menyerah. Daripada menunggu masalah hukum terjadi, kami ambil langkah cepat. Mereka akan dididik karakter, disiplin, dan mentalnya di tempat yang tepat,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein, Kamis (1/5/2025).
Pendidikan Tetap Berjalan, Karakter Jadi Fokus
Bupati memastikan bahwa para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan. Hanya saja, ruang belajarnya kini berpindah ke lingkungan yang lebih terstruktur dan disiplin. Kegiatan harian mereka mencakup salat subuh berjamaah, olahraga pagi, kebersihan lingkungan, serta sesi konseling dan pendidikan spiritual.
Kolonel Arm Roni Junaidi, Komandan Resimen Armed 1 Kostrad, menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan telah disusun bersama dinas sosial, psikolog anak, serta pihak kepolisian.
“Kami tidak sekadar melatih fisik, tapi membentuk pola pikir dan memperkuat nilai moral. Harapannya, setelah dua minggu, mereka kembali sebagai pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab,” jelas Roni.
Suara Hati Orang Tua: Antara Harapan dan Keputusasaan
