Selama bertahun-tahun, masyarakat Kemiren menjaga berbagai tradisi adat yang menjadi identitas budaya Osing. Upacara adat Barong Ider Bumi yang digelar setiap tahun sebagai simbol penolak bala, ritual Tumpeng Sewu yang merepresentasikan rasa syukur masyarakat, Tari Gandrung sebagai ikon seni Banyuwangi, hingga kuliner dan musik tradisional Osing tetap diwariskan lintas generasi.

Dalam perspektif pembangunan desa modern, tradisi-tradisi tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar warisan budaya. Tradisi menjadi modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat sekaligus menciptakan daya tarik wisata yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.

Model pembangunan seperti ini sejalan dengan konsep pembangunan berbasis komunitas (community-based development), di mana masyarakat menjadi aktor utama dalam mengelola sumber daya lokal yang dimiliki.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.