Menyimpan Dendam Diam-Diam Merusak: Ini Dampaknya bagi Mental dan Fisik

FHC, Menyimpan dendam sering dianggap wajar sebagai respons atas perlakuan tidak menyenangkan. Namun, di balik itu, emosi yang terus dipelihara justru dapat menjadi beban yang merusak kesehatan mental dan fisik secara perlahan.

Menurut psikolog klinis Charlynn Ruan, dendam pada dasarnya adalah mekanisme pertahanan alami tubuh. Ketika seseorang merasa disakiti atau terancam—baik secara emosional, sosial, maupun finansial—tubuh akan meningkatkan kewaspadaan sebagai bentuk perlindungan.

“Tubuh mencoba melindungi dari kemungkinan ancaman berikutnya. Namun, kewaspadaan ini bisa meluas dan membuat kita curiga pada banyak hal,” jelasnya.

Dendam Berakar dari Respons Bertahan Diri
Secara biologis, tubuh manusia dirancang untuk merespons ancaman. Saat mengingat pengalaman menyakitkan, tubuh bisa bereaksi secara fisik—mulai dari rahang menegang, jantung berdebar, hingga telapak tangan berkeringat.
Respons ini menunjukkan bahwa otak masih “menganggap” kejadian tersebut sebagai ancaman yang belum selesai.