PT Jamkrindo menegaskan kesiapannya mendukung pembiayaan sektor perikanan melalui penjaminan KUR maupun Sistem Resi Gudang guna memperkuat rantai nilai komoditas unggulan daerah.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama berbagai pemangku kepentingan, antara lain Bank Indonesia, Bea Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, BPD NTT, serta PT Jamkrindo.
Pada forum tersebut, PT Jamkrindo memaparkan capaian penjaminan kredit senilai lebih dari Rp1.700 triliun sepanjang periode 2015–2025. Perseroan juga menyampaikan target penjaminan KUR bersama BPD NTT sebesar Rp350 miliar pada 2026, sekaligus memperkuat dukungan terhadap pembiayaan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan proyek-proyek infrastruktur di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai produk penjaminan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan perguruan tinggi, PT Jamkrindo berharap perluasan akses pembiayaan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat daya saing UMKM, serta mendukung percepatan pelaksanaan program Asta Cita di Kabupaten Sumba Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
