Perry Warjiyo Lantik Tiga Pimpinan Baru BI, Perkuat Stabilitas dan Transformasi Organisasi

FHC, Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia kembali melakukan penyegaran di jajaran pimpinan internal Bank Indonesia sebagai bagian dari langkah memperkuat transformasi organisasi dan menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam pelantikan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (22/5), Perry melantik tiga pemimpin satuan kerja baru yang akan menempati posisi strategis di lingkungan Bank Indonesia mulai 1 Juni 2026.

Rotasi dan promosi jabatan tersebut dinilai bukan sekadar pergantian posisi administratif, melainkan bagian dari strategi besar BI dalam memperkuat efektivitas kelembagaan menghadapi dinamika ekonomi, stabilitas nilai tukar, sistem pembayaran digital, hingga penguatan stabilitas sistem keuangan nasional.

Dalam sambutannya, Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin multidimensi. Karena itu, setiap pemimpin satuan kerja dituntut mampu memperkuat koordinasi, menjaga kredibilitas kebijakan, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Perry, peran kepemimpinan di lingkungan BI menjadi sangat penting dalam memastikan seluruh kebijakan bank sentral berjalan sinkron untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa transformasi organisasi tidak hanya menyangkut perubahan struktur, tetapi juga penguatan budaya kerja yang adaptif, responsif, dan kolaboratif di tengah perubahan ekonomi global yang bergerak sangat cepat.

Dalam pelantikan tersebut, Rudy Brando Hutabarat yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Departemen Regional Bank Indonesia.

Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mengoordinasikan kebijakan dan penguatan sinergi BI di berbagai wilayah Indonesia, termasuk memastikan implementasi program pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, dan digitalisasi sistem pembayaran berjalan efektif.

Sementara itu, Sofwan Kurnia yang sebelumnya menjabat Advisor Departemen Regional dilantik menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten.

Penugasan tersebut dinilai strategis mengingat Provinsi Banten merupakan salah satu kawasan industri dan perdagangan penting yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi nasional, khususnya di wilayah penyangga Jakarta.

Di sisi lain, Ameriza M. Moesa yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten kini dipercaya memimpin Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.

Sumatera Utara sendiri menjadi salah satu daerah strategis dalam penguatan ekonomi regional di kawasan barat Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan, komoditas ekspor, dan pengembangan investasi daerah.

Pelantikan ini berlangsung di tengah fokus besar Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik internasional, fluktuasi nilai tukar, serta tantangan inflasi pangan dan energi.

Dalam beberapa bulan terakhir, BI juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah pusat maupun daerah, mulai dari pengendalian inflasi, perluasan digitalisasi transaksi keuangan, hingga penguatan investasi dan pembiayaan ekonomi daerah.

Karena itu, kepemimpinan di tingkat kantor perwakilan dinilai menjadi ujung tombak penting dalam memastikan berbagai program strategis Bank Indonesia dapat berjalan efektif hingga ke daerah.

Selain menjalankan fungsi moneter, kantor perwakilan BI kini juga memiliki peran yang semakin luas, termasuk mendukung pengembangan UMKM, mempercepat digitalisasi ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga stabilitas harga melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Transformasi organisasi yang terus dilakukan Bank Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi bank sentral agar lebih adaptif menghadapi perubahan zaman, terutama di era percepatan ekonomi digital dan meningkatnya integrasi pasar keuangan global.

Di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo, BI tidak hanya diarahkan sebagai penjaga stabilitas moneter, tetapi juga sebagai institusi yang aktif mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi kebijakan dan penguatan sinergi lintas sektor.

Pelantikan tiga pimpinan baru ini menjadi salah satu langkah lanjutan untuk memastikan organisasi Bank Indonesia tetap solid, responsif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis ke depan.