“Gelar akademik adalah awal pengabdian. Gunakan ilmu untuk menjawab isu digitalisasi, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat,” kata Jefri Bale.
Bupati Kupang menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Menurut dia, berbagai agenda pembangunan di Kabupaten Kupang membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berintegritas.
Ia berharap para lulusan baru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mendorong inovasi di sektor pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, hingga pengembangan ekonomi lokal. “Daerah membutuhkan energi dan gagasan segar dari generasi terdidik. Jangan ragu kembali dan membangun kampung halaman,” ujarnya.
Wisuda periode ini juga mencatat pengukuhan Doktor Ilmu Administrasi ke-39 yang dilahirkan Undana, yakni Johni Asadoma. Ia dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi tentang digitalisasi pendidikan inklusif dalam ujian terbuka sebelumnya. Bupati Kupang menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap kontribusi akademik itu dapat memperkuat arah kebijakan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
