FK, Kupang – Penjabat (Pj.) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menerima audiensi dari Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang di ruang kerjanya. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (10/02) ini, Linus Lusi didampingi oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Jhoni Bire.
Hadir dalam audiensi tersebut, Ketua GMKI Cabang Kupang Andraviani Laiya, Sekretaris Cabang Noni Y. Talan, Ketua Bidang Organisasi Riski Mone, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan Putra Umbu, Sekretaris Fungsi Organisasi Andri Hane, serta Sekretaris Fungsi Pemberdayaan Perempuan Maha Dewi Rambu.
Ketua GMKI Cabang Kupang, Andraviani Laiya, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan pengurus baru GMKI serta mengundang Pj. Wali Kota Kupang untuk menghadiri perayaan Dies Natalis GMKI Nasional.
Acara ini akan diselenggarakan secara serentak di berbagai cabang GMKI, termasuk di Gereja Galed Kota Kupang pada 12 Februari 2025.
Selain itu, GMKI juga meminta arahan dari Pemerintah Kota Kupang mengenai langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan organisasi dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat peran mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Menanggapi hal ini, Pj. Wali Kota Linus Lusi menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan GMKI, termasuk memfasilitasi pelaksanaan Dies Natalis GMKI Nasional di Kota Kupang.
Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Saya berharap GMKI tidak hanya menjadi wadah intelektual bagi mahasiswa Kristen, tetapi juga turut berperan aktif dalam membangun Kota Kupang yang lebih baik di masa depan,” ujar Linus.
Menurutnya, GMKI harus berkontribusi dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta memberikan kajian dan pandangan kritis terkait isu-isu strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Linus Lusi juga menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam GMKI, harus mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan yang memiliki wawasan luas, integritas, serta komitmen terhadap pembangunan daerah.
“Proses pembentukan pemimpin tidak instan. Dibutuhkan pembelajaran, pengalaman, serta kedewasaan dalam memahami berbagai isu sosial dan politik.
Oleh karena itu, saya mengajak GMKI untuk terus aktif dalam mengawal kebijakan publik serta menjaga harmoni antara masyarakat dan pemerintah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pj. Wali Kota Kupang mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Kota Kupang yang harus dijaga.
Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan di ibu kota Nusa Tenggara Timur ini.
