Menurut Presiden, sejumlah indikator menunjukkan bahwa sektor pangan nasional mulai memperlihatkan perkembangan yang positif. Berbagai program yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian, memperbaiki distribusi pupuk, memperkuat irigasi, serta mendukung modernisasi pertanian mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Capaian tersebut, kata Presiden, menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, termasuk ancaman krisis pangan yang melanda sejumlah negara di dunia.

“Kita harus berdiri di atas kaki sendiri. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” tegasnya.

Selain swasembada pangan, Presiden juga menyoroti pentingnya mewujudkan swasembada energi sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional. Menurutnya, ketahanan energi memiliki hubungan erat dengan stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Pemerintah, lanjut Presiden, terus mendorong pemanfaatan sumber daya nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 yang dijadwalkan mulai diterapkan pada Juli mendatang.