“Kami bertekad tidak boleh ada lagi daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas,” kata Prabowo.

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan konektivitas sebagai salah satu instrumen utama dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat di daerah terpencil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyoroti hubungan erat antara pembangunan jalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi melalui penyediaan benih unggul, pupuk, maupun sistem irigasi. Infrastruktur distribusi yang baik juga memegang peran penting agar hasil produksi dapat menjangkau pasar secara efektif.

“Jalan yang baik adalah strategi ketahanan,” ujarnya.

Hal yang sama berlaku pada sektor energi. Distribusi energi yang lancar membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai agar pasokan dapat menjangkau seluruh wilayah dengan biaya yang lebih efisien.