Presiden Prabowo: Jalan Daerah Harus Menjadi Penggerak Ketahanan Pangan dan Pemerataan Pembangunan
FHC, Presiden Prabowo Subianto meresmikan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat strategi nasional di bidang ketahanan pangan, energi, dan pemerataan pembangunan.
Dalam peresmian tersebut, Presiden menekankan bahwa pembangunan jalan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar meningkatkan konektivitas antarwilayah. Jalan, menurutnya, merupakan infrastruktur dasar yang menentukan keberhasilan berbagai sektor pembangunan.
Prabowo menyebut jalan daerah sebagai urat nadi perekonomian rakyat karena menjadi jalur utama pergerakan barang dan jasa dari desa menuju pasar maupun pusat distribusi.
Melalui akses transportasi yang baik, berbagai komoditas hasil pertanian dan peternakan dapat menjangkau konsumen dengan lebih cepat dan efisien. Kondisi ini diyakini akan membantu meningkatkan daya saing produk masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Melalui jalan-jalan inilah hasil bumi dari para petani, telur, daging, susu dari para peternak, dan beragam hasil produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar,” ujar Presiden.
Pembangunan jalan daerah selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Di sejumlah wilayah, keterbatasan akses transportasi masih menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kondisi jalan yang rusak atau belum memadai sering kali menyebabkan biaya distribusi menjadi tinggi. Akibatnya, harga barang di tingkat konsumen meningkat, sementara keuntungan yang diterima produsen menjadi lebih kecil.
Melalui pembangunan dan peningkatan jalan daerah, pemerintah berharap rantai distribusi menjadi lebih efisien. Efisiensi tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada daerah yang tertinggal hanya karena persoalan aksesibilitas.
“Kami bertekad tidak boleh ada lagi daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas,” kata Prabowo.
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan konektivitas sebagai salah satu instrumen utama dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat di daerah terpencil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyoroti hubungan erat antara pembangunan jalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan dan energi.
Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi melalui penyediaan benih unggul, pupuk, maupun sistem irigasi. Infrastruktur distribusi yang baik juga memegang peran penting agar hasil produksi dapat menjangkau pasar secara efektif.
“Jalan yang baik adalah strategi ketahanan,” ujarnya.
Hal yang sama berlaku pada sektor energi. Distribusi energi yang lancar membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai agar pasokan dapat menjangkau seluruh wilayah dengan biaya yang lebih efisien.
Karena itu, pembangunan jalan daerah dipandang sebagai investasi strategis yang tidak hanya berdampak pada ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Presiden selanjutnya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian proyek, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan kualitas dan fungsi infrastruktur tersebut.
Perawatan jalan yang baik akan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, keberadaan jalan yang layak juga mendukung mobilitas masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai kebutuhan sosial lainnya.
Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan jalan daerah di berbagai wilayah Indonesia. Ia menilai keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Presiden kembali menegaskan prinsip akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Menurutnya, setiap dana yang berasal dari rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Jalan ini adalah milik rakyat, dibangun untuk rakyat, dan harus menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi rakyat,” tegas Prabowo.
Dengan diresmikannya 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi, pemerintah berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat serta menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang lebih maju, terhubung, dan berdaya saing
