Wilayah yang menjadi sasaran mencakup Timor-Leste, Australia, Selandia Baru, serta negara-negara kepulauan Melanesia yang memiliki kedekatan geografis dan karakteristik sosial dengan Nusa Tenggara Timur.
Menurut Prof. Philip, posisi geografis NTT memberikan keuntungan strategis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.
“Saya yakin dengan formasi wakil rektor yang baru dan dukungan seluruh staf, kita mampu berkolaborasi menjadi kekuatan yang luar biasa untuk memecahkan masalah di Undana. Jabatan ini bukan simbol kekuasaan atau puncak karier, melainkan alat pelayanan untuk memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan, khususnya mahasiswa,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kerja sama internasional tidak boleh sekadar menjadi instrumen pencitraan institusi, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, setiap kemitraan yang dibangun harus memiliki prinsip timbal balik yang jelas dan memberikan nilai tambah bagi universitas maupun mitra kerja sama.
