Prof. Philiphi de Rozari Bawa Arah Baru Undana, Pasifik Selatan Jadi Fokus Diplomasi Akademik

FHC, Pelantikan Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) menandai dimulainya babak baru dalam strategi internasionalisasi kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST) periode 2022–2026 itu resmi dilantik oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Rektorat Undana, Senin (29/6/2026). Tidak lama setelah pengukuhan, akademisi yang meraih gelar doktor dari Griffith University Australia tersebut langsung memaparkan arah kebijakan yang akan menjadi fokus kerjanya dalam beberapa tahun ke depan.

Berbeda dengan pola kerja sama perguruan tinggi yang selama ini banyak berorientasi ke negara-negara di belahan dunia utara, Prof. Philip memilih menempatkan kawasan Pasifik Selatan sebagai prioritas utama pengembangan jejaring internasional Undana.

Wilayah yang menjadi sasaran mencakup Timor-Leste, Australia, Selandia Baru, serta negara-negara kepulauan Melanesia yang memiliki kedekatan geografis dan karakteristik sosial dengan Nusa Tenggara Timur.

Menurut Prof. Philip, posisi geografis NTT memberikan keuntungan strategis yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

“Saya yakin dengan formasi wakil rektor yang baru dan dukungan seluruh staf, kita mampu berkolaborasi menjadi kekuatan yang luar biasa untuk memecahkan masalah di Undana. Jabatan ini bukan simbol kekuasaan atau puncak karier, melainkan alat pelayanan untuk memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan, khususnya mahasiswa,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kerja sama internasional tidak boleh sekadar menjadi instrumen pencitraan institusi, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, setiap kemitraan yang dibangun harus memiliki prinsip timbal balik yang jelas dan memberikan nilai tambah bagi universitas maupun mitra kerja sama.

Meski menjadikan kawasan Pasifik Selatan sebagai fokus utama, Undana tetap membuka peluang memperluas kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Jepang, dan Tiongkok yang selama ini telah menjadi mitra penting dalam berbagai program pendidikan dan penelitian.

Di sisi lain, Prof. Philip juga akan menangani agenda besar lain yang tidak kalah penting, yakni pembenahan sistem informasi dan tata kelola kehumasan kampus.

Menurutnya, penguatan digitalisasi dan pengelolaan informasi publik harus dilakukan secara bertahap melalui pemetaan persoalan yang akurat. Karena itu, ia memilih untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sistem informasi dan kinerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebelum merumuskan kebijakan strategis baru.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan Undana ke depan tidak hanya berfokus pada perluasan jejaring global, tetapi juga pada penguatan fondasi tata kelola internal yang menjadi syarat utama bagi universitas modern yang adaptif dan kompetitif.