Menurut data Kemendikdasmen, keberhasilan PIP berkontribusi signifikan pada peningkatan angka partisipasi sekolah. Rata-rata partisipasi anak usia 7-12 tahun meningkat menjadi 99,19 persen di tahun 2024, sementara usia 13-15 tahun naik menjadi 96,17 persen.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Rina (14), siswa SMP asal Lampung, mengungkapkan rasa syukurnya. “Bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Saya bisa tetap sekolah dan membeli keperluan seperti buku dan seragam,” ujar Rina.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas jangkauan PIP untuk mencakup lebih banyak siswa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kami tidak hanya ingin meningkatkan angka partisipasi, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan semakin baik,” tutup Abdul Mu’ti.

Dengan capaian ini, Program Indonesia Pintar terus menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.