Di tengah tekanan global, investor tetap memandang SBN sebagai instrumen yang kompetitif. Spread antara yield SBN 10 tahun (6,40%) dan UST 10 tahun (4,004%) masih memberikan premi risiko yang menarik. Kondisi ini penting untuk menjaga arus masuk modal asing, khususnya pada instrumen surat utang negara.

Data perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN, sebagaimana disampaikan Bank Indonesia, dapat diakses melalui laman Bursa Efek Indonesia dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Transparansi data ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas informasi kepada publik.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Bauran kebijakan yang dimaksud mencakup kombinasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang terintegrasi.

Dalam konteks global yang fluktuatif, ketahanan eksternal menjadi isu krusial. Stabilitas nilai tukar, kecukupan cadangan devisa, serta pengelolaan defisit transaksi berjalan merupakan indikator utama dalam menjaga kepercayaan investor.