“Kita yakini bahwa apa yang dikerjakan ini adalah untuk kemuliaan nama Tuhan. Dengan iman, doa, dan kerja keras, rumah Tuhan ini pasti selesai tepat waktu. Persatuan di antara jemaat adalah kunci yang mutlak diperlukan,” ujar Yosef.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gereja. Menurutnya, keberhasilan pembangunan—baik itu infrastruktur maupun sosial—hanya dapat terwujud jika ada kerja sama yang erat.

“Pemerintah Kabupaten Kupang tidak pernah berhenti menggaungkan sinergitas dengan gereja. Dengan doa dan kerja keras, pekerjaan sulit sekalipun akan menjadi ringan. Termasuk pembangunan gedung gereja ini,” tambahnya.

Pembangunan gereja Ora Et Labora Oebaun bukan hanya sekadar menghadirkan bangunan fisik yang lebih besar, tetapi juga menjadi simbol pertumbuhan iman jemaat. Gereja ini dirancang agar mampu menampung lebih banyak umat, sekaligus menjadi pusat pelayanan rohani dan sosial di Desa Mata Air dan sekitarnya.

Keputusan untuk membangun gedung baru meski yang lama masih bagus mencerminkan visi jauh ke depan jemaat dalam menyiapkan wadah ibadah yang representatif. Pertumbuhan jumlah jemaat, terutama generasi muda, menuntut adanya ruang ibadah yang lebih layak dan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi utama.