“Dukungan boleh datang dari luar, tetapi kekuatan utama tetap ada pada jemaat sendiri. 60 kepala keluarga di sini adalah modal besar yang tidak ternilai. Persatuan iman mereka akan menjadi tiang kokoh pembangunan ini,” pungkas Bupati.

Peletakan batu pertama Gereja Ora Et Labora Oebaun menjadi momen bersejarah bagi jemaat. Lebih dari sekadar membangun gedung, ini adalah upaya melahirkan pusat iman, pengharapan, dan kasih yang akan terus bertumbuh bersama jemaatnya.

Dengan semangat Ora Et Labora—“berdoa dan bekerja”—pembangunan ini diharapkan selesai tepat waktu, sehingga menjadi rumah ibadah yang memuliakan Tuhan sekaligus memperkokoh peran gereja dalam pembangunan masyarakat Kabupaten Kupang.