“Program Desa Binaan bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Mateldius.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang saat ini terus mendorong pembangunan melalui program Delapan Asa Kabupaten Kupang yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam konteks tersebut, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Sekda juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menghormati budaya serta kearifan lokal masyarakat, dan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat.