“Kami mendorong guru-guru untuk menggunakan laptop dan proyektor saat mengajar. Materi pelajaran bisa dikemas lebih menarik, tidak hanya dari buku cetak,” tambahnya.

Selain itu, pihak sekolah terus mengajukan peningkatan fasilitas kepada pemerintah, termasuk penambahan toilet, ruang usaha, dan ruang guru demi kenyamanan siswa dan tenaga pengajar.

Kolaborasi dan Kerja Keras: Fondasi Keberhasilan

Keberhasilan sekolah ini juga berkat kolaborasi erat antara kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi. Marselina Pandie menegaskan bahwa sekolah hanya bisa berkembang jika semua pihak bekerja sama dengan visi yang sama.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kepala sekolah bukan apa-apa tanpa guru, begitu juga sebaliknya. Kita harus berkolaborasi membangun SMAN 11 Kupang,” tegasnya.

Bahkan, tak jarang guru dan staf bekerja hingga larut malam untuk memastikan segala administrasi dan persiapan akademik berjalan dengan baik.

Membangun Mental Siswa agar Bisa Bersaing

Selain meningkatkan kualitas tenaga pengajar, SMAN 11 Kupang juga berfokus pada pembentukan karakter siswa. Banyak siswa berasal dari luar Kota Kupang dan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi sekolah terus mendorong mereka agar bisa bersaing dengan siswa dari sekolah-sekolah besar.