Baginya, menjaga pangan tidak cukup hanya berbicara tentang apa yang ditanam. Kedaulatan pangan harus dipahami sebagai kemampuan membangun seluruh ekosistem yang mendukung kehidupan petani, mulai dari ketersediaan air, benih, pupuk, teknologi, akses pasar, hingga penguatan kelembagaan di tingkat desa.
Kata dia, seminar ini pada akhirnya menghadirkan satu pesan yang sama dari seluruh narasumber: masa depan pangan Indonesia tidak akan ditentukan oleh kebijakan atau teknologi semata. Masa depan itu akan ditentukan oleh hadir atau tidaknya generasi muda yang bersedia terlibat, berinovasi, dan mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan pangan yang ada.
“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, menjaga kedaulatan pangan bukan lagi sekadar urusan petani, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap memiliki pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan,” pungkas Zainuddin. (red)
