Dampaknya tidak berhenti di situ. Penurunan working memory dapat berimbas pada kemampuan kognitif secara keseluruhan, termasuk potensi penurunan IQ dan prestasi akademik.
Untuk mencegah gangguan tersebut, para ahli menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak dini. Ray menyebut bahwa kualitas asupan harian menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi otak anak.
“Intake protein, fortifikasi zat besi, serta dukungan vitamin C sangat penting untuk menunjang penyerapan nutrisi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan dokter spesialis gizi klinis, Luciana Sutanto, yang menekankan pentingnya variasi makanan dalam pola makan anak.
“Anak perlu mengonsumsi makanan yang beragam sesuai prinsip gizi seimbang agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” ujarnya.
Secara sederhana, orang tua dapat mulai dengan memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe sebagai sumber protein. Selain itu, asupan zat besi perlu diperhatikan dan didukung dengan vitamin C agar penyerapan lebih optimal.
