“BEM UMK tidak akan menutup mata terhadap ketimpangan yang terjadi. Kami akan hadir sebagai garda terdepan mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan keadilan,” tegasnya.

Selain itu, Ruslan juga mengajak seluruh mahasiswa UM Kendari untuk menjadikan BEM sebagai ruang bersama, tempat lahirnya gagasan dan aspirasi. Menurutnya, solidaritas adalah fondasi bagi kekuatan gerakan mahasiswa.

“Mari kita jadikan BEM sebagai rumah bersama — tempat gagasan dilahirkan, aspirasi diperjuangkan, dan perubahan nyata diwujudkan. Kepemimpinan ini adalah langkah kecil yang akan berdampak besar jika kita bersatu,” pungkasnya.

Pelantikan ini disambut positif oleh civitas akademika UM Kendari maupun perwakilan organisasi mahasiswa yang hadir. Banyak yang melihat langkah BEM UMK sebagai angin segar bagi dinamika gerakan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.

Dengan semangat baru, BEM UMK berupaya membuktikan bahwa mahasiswa tidak lagi hanya identik dengan aksi turun ke jalan, tetapi juga dengan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Kepemimpinan solutif yang diusung menjadi jawaban atas tantangan zaman, sekaligus titik tolak lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih strategis, membumi, dan relevan.