Dengan posisi uang primer yang mencapai Rp2.228 triliun pada Juni 2026, Indonesia menunjukkan kondisi likuiditas yang masih kuat. Dukungan likuiditas yang memadai diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi domestik, meningkatkan penyaluran kredit, serta menjaga optimisme pelaku usaha dan investor terhadap prospek perekonomian nasional.
Data lengkap statistik uang primer dapat dibaca pada link berikut.
