Dengan membuka ruang tambahan, universitas berupaya mengurangi risiko keterlambatan kelulusan yang dapat berdampak pada rencana karier maupun studi lanjut para mahasiswa.
“Kebijakan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa, khususnya pada fase krusial menjelang kelulusan,” demikian disampaikan pihak kampus.
Digitalisasi Proses melalui SIADIKNONA
Seperti periode sebelumnya, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem terintegrasi SIADIKNONA. Platform ini menjadi tulang punggung layanan akademik Undana dalam memastikan efisiensi, transparansi, dan akurasi data mahasiswa.
Namun demikian, pihak universitas menekankan pentingnya koordinasi aktif antara mahasiswa dan operator program studi. Hal ini krusial karena proses validasi kelulusan dilakukan di tingkat prodi, yang mencakup pengecekan nilai, status tugas akhir, serta kelengkapan administrasi lainnya.
Biro Akademik dan Kemahasiswaan Undana (BAK) juga mengingatkan agar calon wisudawan tidak menunda proses unggah dokumen dan verifikasi data. Keterlambatan, sekecil apa pun, berpotensi menyebabkan penundaan ke periode wisuda berikutnya.
Tahapan Verifikasi Ketat dan Penentuan Kelayakan
Setelah masa pendaftaran ditutup pada 4 Mei, Undana akan memasuki tahap krusial berupa kurasi dan verifikasi data secara menyeluruh. Proses ini bertujuan memastikan bahwa setiap calon wisudawan benar-benar memenuhi seluruh persyaratan akademik dan administratif.
