Bagi Undana, mesin ini bukan sekadar alat pengolah sampah, tetapi juga simbol integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan mulai dioperasikannya mesin tersebut, Undana berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya di Nusa Tenggara Timur dalam membangun kampus yang ramah lingkungan.
