Lebih jauh, Jhoni juga meninjau sumber air potensial di Oetimo, Kelurahan Baubau, Kupang Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia melakukan komunikasi awal dengan pemerintah setempat untuk menjajaki potensi kerja sama dalam pemanfaatan mata air Oetimo sebagai sumber layanan air bersih bagi masyarakat.
“Kami akan evaluasi dan kaji kerja sama di wilayah Oetimo secara teknis dan sosial. Ini demi memastikan layanan air bersih sampai ke masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Jhoni tak hanya berbicara soal instalasi dan pipa. Ia juga menyoroti peran masyarakat dalam memelihara sumber air secara swadaya, terutama dalam mendukung sektor pertanian lokal.
Ia mengapresiasi pengelolaan sumber air Oetimo yang telah mengairi sekitar 16 hektare lahan pertanian milik warga secara mandiri.
“Saya sangat menghargai semangat warga. Mata air Oetimo bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sudah menyokong ketahanan pangan lokal. Ini luar biasa dan patut kita dukung secara kelembagaan,” pungkas Jhoni dengan senyum optimis.
