Kupang, FHC – Agenda pembangunan Nusa Tenggara Timur memasuki babak baru: membangun manusia sebagai mesin penggerak ekonomi. Hal inilah yang ditekankan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka pelatihan kreatif bagi 120 pemuda lintas latar belakang, mulai dari pelaku UMKM pemula, mahasiswa, alumni kampus, hingga pemuda gereja dan komunitas di Hotel Pelangi, Kupang. Pelatihan tersebut fokus pada tiga klaster: desain grafis, kuliner kreatif, dan kampanye sosial publik (youth campaign).

Dalam sambutannya, Melki menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar seremonial atau rutinitas proyek pemerintah. “Ini bukan pelatihan biasa. Ini fase menyalakan kembali mesin kreatif NTT dari dalam dengan membentuk produsen, bukan sekadar konsumen,” tegasnya.

Selama ini, kritik terhadap pembangunan sumber daya manusia di NTT cukup tajam: pelatihan banyak, sertifikat banyak, tetapi hasil ekonomi dan dampak sosial minim. Karena itu, pelatihan ini dirancang tidak berhenti di tataran teknis, tetapi menyentuh pola pikir dan arah masa depan peserta. Gubernur mendorong peserta untuk tidak lagi bergantung pada lowongan kerja, namun membuka ruang hidup melalui kreativitas, produksi, dan keterampilan bernilai jual.