Bahasa yang Menghidupkan Kelas: Cerita di Balik Penyegaran Kompetensi Guru SD dan SMP se-Kabupaten Kupang
Kabupaten Kupang, FHC – Suara tawa dan semangat pagi itu menggema di aula Kantor Bupati Kupang. Sekitar 140 guru SD dan SMP duduk rapi, beberapa sibuk mencatat, sementara yang lain saling bertukar pandang dengan antusias. Di hadapan mereka, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, berdiri dengan senyum hangat. Ia baru saja membuka secara resmi kegiatan “Penyegaran Kompetensi Berbahasa bagi Guru SD dan SMP se-Kabupaten Kupang Tahun 2025”, Rabu (22/10/2025).
Namun, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Di balik meja-meja dan buku catatan itu, tersimpan sebuah semangat besar — membangkitkan kembali kesadaran akan pentingnya bahasa sebagai jantung pendidikan.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana membentuk pola pikir, karakter, dan identitas bangsa,” ujar Rahakbauw dalam sambutannya.
Kalimat itu menancap kuat di benak para guru. Sebab di ruang-ruang kelas yang tersebar dari Takari hingga Amarasi, dari Kupang Tengah hingga Fatuleu, mereka sadar: banyak siswa yang pandai berbicara, tetapi belum tentu mampu berpikir dan menulis dengan terstruktur.
Bahasa yang Mendidik dan Menyentuh Perlu Penyegaran
Marthen Rahakbauw menegaskan bahwa kemampuan berbahasa yang baik, benar, dan santun merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pendidik. Ia memandang pelatihan ini sebagai momentum penting untuk menata kembali cara guru berkomunikasi di ruang kelas—bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tapi juga menyentuh hati dan menghidupkan pikiran murid.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
