Pengomposan Jenazah Jadi Alternatif Ramah Lingkungan, Tren Baru Pemakaman Minim Jejak Karbon
FHC, Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap isu lingkungan, praktik pemakaman mulai mengalami transformasi signifikan. Selain kremasi dan pemakaman konvensional, kini muncul metode baru yang diklaim lebih ramah lingkungan, yakni pengomposan jasad manusia atau human composting.
Metode ini menjadi sorotan karena menawarkan pendekatan alami dengan jejak karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan praktik pemakaman tradisional. Dalam prosesnya, jenazah dibungkus menggunakan kain kafan berbahan hayati, kemudian ditempatkan dalam kapsul logam yang berisi campuran material organik seperti serpihan kayu, mulsa, dan bunga liar.
Selama lebih dari satu bulan, tubuh akan terurai secara alami melalui aktivitas mikroba dalam lingkungan yang terkontrol. Proses ini berlangsung dalam kondisi suhu dan oksigen yang dijaga secara optimal, sehingga mempercepat dekomposisi hingga tingkat molekuler. Hasil akhirnya berupa sekitar 136 kilogram tanah subur yang kaya nutrisi dalam waktu kurang lebih 45 hari.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
