Tantiem Jumbo BRI Disorot! Anshar Ilo Sebut Arahan Prabowo soal Efisiensi BUMN Mulai Diabaikan
FHC, Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, melontarkan kritik keras terhadap masih besarnya alokasi tantiem dan bonus di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Kritik itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi besar-besaran di lingkungan BUMN, termasuk memangkas jumlah komisaris dan menghapus praktik pemberian tantiem yang dinilai berlebihan.
Menurut Anshar Ilo, arahan Presiden terkait reformasi tata kelola perusahaan negara harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh BUMN tanpa pengecualian.
“Presiden sudah bicara tegas soal efisiensi dan penghapusan tantiem, tapi faktanya di BRI masih ada gelontoran ratusan miliar untuk direksi dan komisaris. Bandel juga nih pimpinan BRI,” kata Anshar dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Sorotan tersebut mengarah pada laporan keuangan BRI tahun 2025 yang mencatat alokasi tantiem direksi sebesar Rp181 miliar dan tantiem dewan komisaris sebesar Rp12,4 miliar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
