Simone Inzaghi telah membawa Inter meninggalkan akar Catenaccio dan pragmatisme Mourinho. Ia membentuk tim dengan identitas modern, yang tidak takut mendominasi bola dan tampil menyerang secara terstruktur. Pertandingan melawan Barcelona kemarin disebut banyak pengamat sebagai puncak taktik terbaik Inzaghi sejauh ini.

Menghadapi PSG di final nanti, banyak yang menyarankan kembali ke taktik bertahan. Tapi data dan pengalaman menunjukkan bahwa Inzaghi justru rentan kalah saat terlalu bertahan lama. Maka, tak perlu kembali ke Catenaccio, karena sepak bola progresif ala Inzaghi-lah yang membawa Inter ke titik ini.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.