Menurutnya, lembaga akreditasi tidak hanya berfungsi melakukan penilaian, tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program studi di masa mendatang.
“Kami berupaya melihat kondisi program studi secara objektif. Hasil asesmen nantinya diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan institusi,” katanya.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam asesmen adalah kontribusi Prodi Sosiologi terhadap masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Tim asesor meninjau berbagai program riset yang dilakukan dosen dan mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sosial strategis di Nusa Tenggara Timur.
Prodi Sosiologi selama ini dikenal aktif melakukan kajian mengenai kemiskinan, pembangunan pedesaan, perubahan sosial, konflik sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai persoalan kepulauan yang menjadi karakteristik wilayah NTT.
Selain itu, asesor juga mengevaluasi sejauh mana hasil penelitian tersebut dimanfaatkan dalam proses pembelajaran maupun dalam penyusunan kebijakan publik.
