Langkah strategis ini menjadi relevan di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu gejolak geopolitik, fluktuasi nilai tukar, dan perubahan pola perdagangan internasional. Dalam konteks tersebut, penggunaan mata uang lokal dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap mata uang utama dunia sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana peningkatan nilai kerja sama **Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA)** antara BI dan PBOC. Skema ini selama beberapa tahun terakhir menjadi instrumen penting dalam memperkuat likuiditas dan menjaga stabilitas pasar keuangan kedua negara.
Melalui BCSA, bank sentral dapat saling menyediakan likuiditas dalam mata uang masing-masing ketika diperlukan. Mekanisme ini berfungsi sebagai bantalan untuk mengurangi tekanan eksternal terhadap sistem keuangan domestik sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku pasar.
Selain itu, kedua bank sentral kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas implementasi **Local Currency Transaction (LCT)**. Kebijakan ini memungkinkan pelaku usaha menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi bilateral tanpa harus melalui konversi ke mata uang negara ketiga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
