Menurut Perry, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh modal usaha, tetapi juga oleh kualitas kewirausahaan yang dimiliki para pelakunya. Oleh sebab itu, program transformasi ini menempatkan pendidikan kewirausahaan, evaluasi usaha, inovasi produk, dan penguatan jejaring bisnis sebagai bagian penting dalam proses pendampingan.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM,” tegas Perry.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat program unggulan yang menjadi tulang punggung Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu tahun 2026.

Program pertama adalah **Cangkir Barista**, yang difokuskan pada penguatan industri kopi nasional. Program ini menargetkan sertifikasi internasional bagi 400 barista sekaligus pendampingan dalam membangun usaha kedai kopi. Melalui program ini, BI ingin memperkuat rantai nilai industri kopi dari petani hingga pasar internasional.

Program kedua adalah **Citra Nusa**, yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM sektor wastra Indonesia di pasar global. Sebanyak 300 pelaku usaha akan mendapatkan penguatan kapasitas teknis, kewirausahaan, serta inovasi desain produk agar mampu menembus pasar ekspor dan memperluas penyerapan tenaga kerja.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.