Selain meningkatkan intensitas intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), Bank Indonesia juga menjaga daya tarik investasi asing melalui penyesuaian struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Posisi kepemilikan asing pada SRBI hingga 15 Juni 2026 mencapai Rp238,09 triliun atau 23,32 persen dari total outstanding. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan Indonesia.
Untuk memperkuat aliran modal masuk, Bank Indonesia juga melanjutkan insentif penurunan biaya swap lindung nilai sebesar 10 persen bagi investor asing.
Di sisi eksternal, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia masih membutuhkan penguatan. Surplus neraca perdagangan pada April 2026 tercatat turun menjadi hanya 0,1 miliar dolar AS dibandingkan Maret yang mencapai 3,3 miliar dolar AS.
Meski demikian, transaksi modal dan finansial menunjukkan perbaikan. Hingga pertengahan Juni 2026, aliran modal asing masuk secara neto mencapai 3,9 miliar dolar AS setelah pada triwulan pertama terjadi arus keluar sebesar 0,8 miliar dolar AS.
