Bagi para gubernur, AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung. Kehadirannya mulai mengubah cara bank sentral menjalankan fungsi inti, mulai dari analisis ekonomi, pengawasan sistem keuangan, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan moneter yang semakin bergantung pada analisis data dalam jumlah besar dan real time.
Namun, peluang tersebut juga dibarengi tantangan baru. Ketergantungan terhadap penyedia teknologi AI global, penggunaan layanan cloud computing, hingga meningkatnya risiko siber dan penipuan digital lintas negara menjadi perhatian serius yang membutuhkan respons kolektif.
Perry Warjiyo: AI Harus Dibangun di Atas Fondasi Tata Kelola
Dalam forum tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun industri keuangan.
Namun, menurut Perry, keberhasilan transformasi digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi terbaru.
“Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
