2. Mendadak jadi sangat kritis
Perubahan perilaku menjadi lebih sering mengkritik tanpa alasan jelas juga bisa menjadi tanda. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai disonansi kognitif, yakni ketegangan batin akibat konflik antara nilai dan tindakan.
Untuk meredakan rasa bersalah, pelaku sering kali “memutar” keadaan dengan menyalahkan pasangan, sehingga kritik yang muncul terasa berlebihan dan tidak proporsional.
3. Menuduh pasangan berselingkuh
Ironisnya, pelaku justru kerap menuduh pasangannya melakukan hal yang sama. Taktik ini dikenal sebagai proyeksi, yaitu memindahkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain untuk mengalihkan perhatian.
Perilaku ini bukan sekadar kebetulan, melainkan strategi psikologis untuk menutupi jejak sekaligus meredam rasa bersalah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perselingkuhan sering kali tersembunyi di balik perilaku yang tampak “normal”. Emosi yang kuat dalam hubungan juga dapat membuat seseorang mengabaikan tanda-tanda tersebut.
Karena itu, penting untuk tetap peka terhadap perubahan sikap pasangan, sekaligus menjaga komunikasi yang terbuka dan jujur dalam hubungan.
