FHC,Ketua DPC Partai Hanura Belu, Stefen Alves Tes Mau, mendesak Pemerintah Kabupaten Belu agar segera mengambil langkah pengawasan yang lebih ketat terkait kelangkaan minyak tanah. Menurutnya, kondisi tersebut telah memicu kenaikan harga minyak tanah di Kota Atambua hingga mencapai Rp12.000 per liter.
“Kami meminta Pemda Belu segera mengambil langkah-langkah konkret agar harga minyak tanah kembali normal. Misalnya dengan menggelar operasi pasar bersama Pertamina untuk menstabilkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) , memperketat pengawasan terhadap penyaluran minyak tanah di tingkat agen,” ujar Stefen, Sabtu (6/6/2026).
Stefen, yang juga sebagai Anggota Departemen Hukum, HAM, dan Advokasi Rakyat DPP Partai Hanura ini menyoroti adanya dugaan praktik penimbunan minyak tanah yang diduga menjadi salah satu penyebab tingginya harga di pasaran.
“Agen jangan bermain curang. Misalnya, jika mendapat jatah 8 drum, jangan hanya menjual 3 drum lalu menimbun 5 drum untuk dijual kembali di luar pangkalan dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, patut diduga minyak tanah subsidi tersebut ditimbun dan kemudian dijual ke Timor Leste dengan harga yang lebih tinggi,” cetus advokat muda asal Belu itu.
