Secara desain, PIDI diarahkan untuk:
- Mengakselerasi solusi digital yang siap diterapkan industri.
- Memperluas inklusi keuangan melalui inovasi yang aman dan patuh regulasi.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.
Langkah ini selaras dengan agenda transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) serta visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Dua Pilar: Digdaya dan Hackathon
PIDI diwujudkan melalui dua jalur utama. Pertama, Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) sebagai program penguatan kapasitas berbasis pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang. Skema ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis, tata kelola risiko, hingga pemahaman kepatuhan di sektor jasa keuangan digital.
Kedua, Hackathon sebagai laboratorium inovasi nasional. Forum ini menjadi ruang uji gagasan dan proof of concept berbasis kebutuhan riil industri. Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh mentoring profesional, business matching dengan calon off-taker, serta akses jejaring investor.
